Swakarya, kamar kost pojok 27 Januari 2012
Kata orang memulai sesuatu hal yang baru itu memang sangat sulit, butuh kemauan semangat pantang menyerah yang berlapis-lapis kaya kue lapis. Apalagi “sesuatu” yang akan kita kerjakan memang benar-benar dunia yang asing dan baru buat kita. Seperti halnya kita berpetualang di tengah hutan rimba yang masih perawan, kita harus meraba-raba segala sesuatu hal di dalamnya bahkan sering kita akan berjumpa dengan hewan liar yang siap menerkam dan mencabik-cabik kita –jadi horror gini ya-. Begitu pula halnya apa yang kita lakukan ketika kita mencoba memulai masuk ke dalam dunia usaha, sebuah dunia yang cukup keras menurut saya, walaupun kelihatan mudah tapi sebenarnya tidak semua orang bisa menjalankan/merintis sebuah usaha.
Keinginan untuk mencoba membuat usaha sudah lama terfikirkan, banyak ide-ide yang menurut saya masih memiliki potensi besar namun belum banyak orang yang meliriknya kalaupun ada persainganya masih belum terlalu banyak. Pernah mendengar kata bijak, katanya sih sukses itu berawal dari mimpi, sejak saat itu saya benar-benar mencoba menjadi seorang pemimpi yang banyak bermimpi mengenai konsep usaha apa yang praktis tapi untungya selangit –semua orang juga mau bos-. Dengan imajinasi dan wawasan keilmuan yang dangkal berusaha merakayasa bentuk usaha apa yang sekiranya mampu saya jalankan mulai dari usaha kuliner, perikanan sampai usaha pakaian tidak luput dari khayalan saya. Yaa namanya juga pemimpi mimpi tinggal mimpi, berat rasanya untuk melangkahkan kaki untuk memulainya sekecil apapun itu.
Saat ini mungkin untuk pertama kalinya saya mencoba merealisasikan mimpi sebagai bentuk turunan dan langkah strategis yang sering saya khayalkan selama ini –sok yes banget- . Oiya sebelumnya saya pernah mencoba berdagang istilah kerennya reseller/ makelar lah, ada tetangga kontrakan yang menawarkan untuk menjualkan barang elektronik berbagai jenis ada itu berupa kamera, jam tangan, handphone sampai Pc tablet berawal dari sini ketertarikan dalam dunia usaha semakin membumbung. Bayangin aja tinggal duduk manis di kamar, colokin modem di laptop dagangan bisa habis dan keuntunganya cukup lumayan. berhubung dagangan saya sudah habis saya mencoba berfikir bagaimananya untuk membuat bentuk usaha produktif jangka panjang. Akhirnya setelah memilah dari banyaknya sampah-sampah dari otak saya, saya mencoba peruntungan untuk memproduksi pakaian. Kenapa ini saya pilih karena ada teman saya yang sudah memulai usaha ini dan prospek nya cukup lumayan di tambah lagi saya punya komunitas yang cukup potensial kalau ini lebih eksplor lagi dengan beberapa jaringan yang saya miliki. Tidak banyak yang bisa saya gambarkan soal percobaan usaha ini semoga saja tidak layu sebelum tumbuh.
Ada satu pertanyaan, kenapa tiba-tiba ada keinginan untuk membuat usaha? kalo ngomong soal kemampuan dan latar belakang keluarga sama sekali tidak ada darah untuk menjadi seorang usahawan. Mungkin pengaruh dari lingkungan, Lingkungan pertemanan saya banyak memberikan inspirasi entah itu dari senior atau teman sepermainan banyak dari mereka yang sudah mencoba membuat usaha dan akhirnya bisa berjalan. jaman sekarang untuk mencari pekerjaan cukup susah orang cerdas dengan IPK tinggi pun masih banyak yang nganggur apalagi saya mahasiswa yang sudah cukup lama menyandang gelar mahasiswa tinggat akhir dengan IPK seadanya tentu akan lebih susah untuk mengambil bagaian dari kontestasi mencari pekerjan, tidak ada salahnya juga kan kalau kita berusaha keluar dari alur kehidupan konvensional kuliah-lulus-cari kerja kantoran mencoba belajar membuat usaha bisa menjadi peluang yang cukup menjanjikan.


