gagal liburan

Datangnya ridho tuhan dari restu orang tua.

Melewatkan liburan gratis ke bali itu memang sesuatu? padahal segala sesuatunya sudah siap, tinggal berangkat bawa badan sama baju beberapa potong, selesei urusan. Kita bisa menghabiskan akhir tahun di pulau seberang dengan gratis, mulai dari akomodasi, makan, transportasi dan segala macam tetek bengeknya sudah ada yang nanggung.

Awalnya beberapa bulan kemarin saya ikut bantu mburuh nyoting di event tahunan kabupaten, sebelumnya dari SMA saya memang sudah sering ikut bantu-bantu mburuh nyoting di salah satu multimedia production lokal di kampung, lumayan untuk cari pengalaman. Dari event itu kemarin, kita dapet bonus tambahan ongkos liburan gratis untuk 7 orang pergi ke bali. Rencananya sih dari awal memang, mau kita pakai liburan akhir tahun, belum pernah liburan ke bali pas tahun baru seperti ini. Coba cari sensasi baru, menikmati segala hiruk pikuk dan keramaian bali dimusim liburan akhir tahun.

Gagal Jangan Menyerah

 

Baca lebih lanjut

belajar bahasa

Ada informasi menarik sebenarnya, tapi sayangnya saya dapat kabar beritanya terlalu mendadak. Baru beberapa hari kemarin pas saya maen ke sekretariat ada selebaran pamflet yang menginformasikan mengenai  Lembaga Bahasa Dan Study Islam Ali Bin Abi Thalib di Universitas Muhammadiyah Jogja. Menarik sebenarnya, sekilas saya baca pengumumanya pengen rasanya ikut belajar bahasa arab disana, tapi tanpa ada persiapan apapun sepertinya lebih baik di pertimbangkan dulu. jangan sampai nanti malah medot di tengah jalan.

Kamu itu lo bahasa inggris aja dari dulu ndak pernah mudeng apalagi belajar bahasa arap? Opa ndak malah jebol nanti kepala kamu?

Lha itu dia dari pada bolak-balik tempat kursusan bahasa inggris tapi hasilnya nihil kan lebih baik saya belajar bahasa arab, toh bahasa arab juga jadi bahasa ibu kitab suci agama saya. lebih baik saya sedikit merugi di dunia tapi saya beruntung di akhirat. Lha kok bisa?  Lha memang tuntutan jaman sekarang di manapun itu, bahasa inggris sudah jadi bahasa wajib kok. Saya sih mikirnya simple, memang dengan keterbatasan saya jadi orang yang sok keminggris  suatu saat nanti pasti akan menjadi kendala. Apalagi saat saya sudah masuk dunia kerja,sedikit banyak pasti akan jadi hambatan entah itu karir atau pergaulan saya sehari-hari. Tapi setidaknya dengan saya bisa menguasai bahasa arab. Saya berharap akan bisa lebih memahami petunjuk hidup dan kehidupan yang paling hakiki di dunia al-quran dan hadistnya. Sedikit klise memang, tapi seperti inilah sesederhana apa yang ada di pikiran saya saat ini.

Baca lebih lanjut

Tahun baruan #2 Ritual Tahun Baruan

Menjelang akhir tahun bagi sebagaian orang menjadi hari-hari yang paling menyenangkan sekaligus membahagiakan.  Bagaimana ndak, liburan natal dan tahun baru biasanya di rekab jadi satu mulai sebelum natal sampai awal tahun baru. Cuti yang lumayan panjang dan memang sayang kalo ndak di manfaatkan dengan baik. Jauh-jauh hari kita sudah membayangkan, wah besok mau kemana ini? Liburan kemana? Liburan sama pacar siapa? Semuanya harus terencana dengan baik, setidaknya biar nanti ndak mengganggu jadwal liburan kita. contohnya saja, ini temen saya sejak jauuuh hari sudah punya rencana menghabiskan liburan tahun barunya ke bali. Bayangan saya apa ndak macet disana, mau liburan apa cari kemacetan. Lha ini di jogja saja yang bukan termasuk destinasi wisata nomor satu di Indonesia menjelang liburan seperti ini macetnya minta ampun, apalagi di bali? Nafas aja susah.

Tapi untungnya, saya bukan termasuk orang yang khawatir dengan hal-hal semacam itu. apa iya, liburan tahun baru itu kudu di rayain? harus seneng-seneng? Harus pergi liburan keluar kota? Dirayain bareng pacar orang? Kumpul, begadangan bareng temen sampai pagi? Mabok-mabokan? Ndak juga to, lha wong semua tanggal itu sama saja kok. Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, ada juga orang yang memanfaatkan momentum tahun baru dengan menyusun resolusi akhir tahunya, semuanya sah-sah saja asal ndak berlebihan.

Baca lebih lanjut

Tahun Baruan #1 Resolusi Akhir Tahun

target 3

Treteet. . tet. . tet . .toeet . .toeet .. *suara terompet kertas

‘Berisik pakde !!’ tegur saya yang ndak betah dengerin suara terompet pakde slamet.

‘mbok ya nanti saja nyoba terompetnya kalo sudah agak siangan, kasihan tetangga yang masih pada tidur, kebangun cuman gara-gara dengerin suara terompet cempreng seperti itu. lha wong tahun barunya juga masih lama kenapa sudah beli terompet !!’ semprol tenan  . .batin saya.

‘Ini lo le, si putra –cucu pakde slamet- nangis-nangis minta dibeliin terompet pas tadi nganterin budemu kepasar. Rugi aku ngajak si putra kepasar, tau gitu di tinggal saja di rumah tadi. ‘gerutu pakde’

‘sama cucunya sendiri kok pelitnya minta ampun pakde?’ ejek saya sambil ketawa cengengesan.

Ndak berasa juga ya, sebentar lagi tahun 2012 sudah hampir berakhir. Rasanya baru kemarin seru-seruan sama temen-temen kampus, jalan bareng ngerayain tahun baruan. Beberapa bulan kemarin masih mburuh politik ikut ngobok-obok  mbangun jogja eh ternyata sudah hampir setahun terlewati. Semuanya seperti  lewat begitu saja di depan mata.

tahun sudah berganti dengan bilangan yang baru, 2013. . .dan Itu artinya saya bertambah tua  kita harus segera mengevaluasi diri dan bersiap-siap menyambut tahun 2013 dengan rencana dan targetan yang baru. Kalo istilah yang sedang popular sekarang kita harus mulai menyusun ‘resolusi’ akhir tahun. memang sih ndak semua orang terbiasa menyiapkan resolusi akhir tahun semacam ini, termasuk saya sendiri sejak saya masih umbel-umbelen  sampai sekarang ndak pernah itu sekalipun nyusun resolusi akhir tahun. Alasanya simple, ndak telaten. .mbok ya sudah hidup ini mengalir saja, kita jalani apa yang ada di depan kita. toh juga apa yang kita rencanakan belum tentu bisa berjalan dengan baik, namanya juga dinamika hidup segalanya bisa terjadi.

‘Sek to le, dari tadi bolak-balik kamu ngomong resolusi . .lha resolusi itu maksudnya opo to?’ Potong pakde slamet sambil sibuk benerin trompet cucunya yang rusak ga mau bunyi

‘Owalah, sampean itu diem dari tadi ternyata ndak mudeng to?’ . . .

Baca lebih lanjut

toleransi

Rasa-rasanya tiap tahun kok ndak pernah ada perkembangan. masalahnya mulek, mentok itu-itu lagi yang di bahas setiap akhir tahun. Buat orang awam seperti saya, ini bukan sesuatu yang minterne justru malah bikin saya tambah bingung. Hanya masalah ‘boleh ga sih kita kasih ucapan selamat natal ke orang non-muslim? Hukumnya haram atau ndak?’ Setiap akhir tahun mungkin pertanyaan seperti ini selalu jadi  trending topic, berulang dan terus berulang di setiap tahunya.

Sebenarnya apa sih definisi ‘toleransi’ itu, kalo saya ibaratkan nih ya seolah kita ingin menghargai ‘tetangga’ sebelah tapi justru ngak toleran di rumah sendiri . lha terus letak toleransinya di mana. Apa jangan-jangan kita sendiri belum cukup paham dengan apa itu toleransi dalam islam, atau jangan-jangan kita sudah kehilangan world view kita dalam melihat persoalan.

Baca lebih lanjut

kakek dan kotak amal

Jelang tengah hari, suara adzan mulai berkumandang dengan indahnya. di sebuah tempat ibadah mulai banyak orang berdatangan untuk menjalankan ritual ibadah sholat jum’at. Sebagaian mengambil air wudhu dan sebagaian lagi berhamburan mencari tempat terbaik untuk mendengarkan khotbah jumat. Dengan sedikit merunduk –ala orang jawa- menerobos barisan shaf yang sudah tertata, mencari celah mana yang masih bisa di tempati.

Agak jauh terlihat, dari depan pintu berukiran kaligrafi di sebelah selatan masjid seorang kakek dengan wajah sedikit basah berdiri sejenak sambil merapikan pakaian dan celana sederhananya yang di angkat keatas seperti kebingungan mencari tempat. tidak seberapa jauh dari saya duduk, kakek itu menemukan sedikit celah yang tidak terlalu luas namun cukup untuk dia tempati.

Hanya sekilas saja saya melihatnya, umurnya sekitar 60 an tahun, perawakanya tidak terlalu tinggi, pembuluh darah di tanganya terlihat menonjol dengan di balut kulit yang menghitam terbakar matahari dengan ornamen garis-garis kulit yang mulai mengkriput seolah masing-masingnya bisa bercerita. Sepontan saya bisa menyimpulkan dia adalah seorang pekerja keras, entah apa itu pekerjaanya.  Wajah bersahajanya nampak tenang.

m-570073

Selesei melaksanakan sholat sunnah dia duduk bersila dengan khidmad mendengarkan khotbah dari seorang khotib jumat. Sudah menjadi kebiasaan setiap khotbah berlangsung kotak amal tidak mau kalah berpacu berkeliling menjemput beberapa rupiah dari setiap jama’ah. Hingga akhirnya sampailah kotak amal itu sejajar di depan si kakek. Dengan tetap tenang tanpa ekspresi berarti dia merogoh saku celana sebelah kanan. Saya lihat jelas apa itu, dia mengeluarkan beberapa koin uang receh dan bergantian terdengar gemerincing suara uang receh jatuh ke dalam kotak amal. Kemudian di geser kearah saya, mungkin sebagaian orang menilai sedikit jumlah recehan itu tidakklah cukup berarti, tapi bukankah amal kita tidak di ukur dari jumlah rupiah yang kita keluarkan, . entah mengapa setelah itu saya jadi malu.

Semoga kita bukan termasuk golongan orang yang fasik :)

Musik Tulus

Sebenernya album ini sudah keluar dari setahun yang lalu, bulan September 2011 , album yang di beri nama sama seperti nama penyanyinya “TULUS”.  Berhubung memang saya orangnya sedikit katrok soal music, ndak pernah update kecuali ada album atau penyanyi baru yang di puter di radio saya baru tau perkembangan jagat permusikan domestik. Oke terlalu panjang lebar, beberapa bulan belakangan ini saya kesengsem dengan lagu yang di bawakanoleh Tulus penyanyi asal bandung yang menyebut aliran musiknya sebagai aliran musik pop jazz, walaupun ngejazz tapi musiknya sangat easy listening, bersahabat dan ndak terlalu berat buat kuping yang biasa dengerin dangdut koplo seperti saya ini.

tulus (1)

Pertama kali saya terkesan dan tertarik dengan musiknya tulus pas waktu itu dia nyanyi di salah satu stasiun televisi nasional, dia bawain salah satu lagunya yang berjudul ‘diorama’, baru pertama kali saya denger lagunya langsung terpikir ‘LUAR BIASA ni lagu !! dan kemudian berlanjut senggol temen, eh iki lagune sopoe, apik lagune?’  lagune tulus. Jawab temen saya.

Memang bener kata orang walaupun baru sekali saya mendengar lagunya, cita rasa music yang di bawakan tulus langsung bisa memikat dan melekat di telingga pendengarnya. Sayang lagu sebagus ini kurang begitu muncul, memang album pertama tulus ini berada di bawah bendera label rekaman indie, mungkin ini sebabnya kita ndak terlalu sering melihat dia nongol di televisi nasional. Sebegitu banyak chart music yang ada di televisi nasional, dari sepengamatan saya tulus hanya masuk di satu chart music di kompas tv saja, mungkin memang maqomnya sudah beda di bandingin aliran music yang lagi ngetrend sekarnag ini.

Tulus

Di dalam albumnya ada 10 buah lagu yang Lirik-lirik serta instrumenya sangat apik di racik menjadi music yang top markotop, pas sesuai dengan karakter suara vocalisnya. Yang paling saya sukai selain dari aransemen musiknya, kekuatan music tulus ada pada lirik-liriknya, sedikit berat tetapi tetep easy listening, jadi mudah dicerna walaupun kadang sesekali kita harus mikir buat memahami apa makna di dalam lagu yang dia nyanyikan. Sebenernya dari tema yang di usung ndak beda jauh dengan lagu pada umumnya. jika di klasifikasikan, di dalam album tulus ini ada dua klasifikasi pertama bercerita mengenai hubungan percintaan dan kedua mengenai hubungan sosial yang ada di sekeliling kita, namun dia menceritakanya dengan apik dan ndak klise seperti lagu-lagu pada umunya

Baca lebih lanjut